Pengertian Cahaya Andaru - Kejawen

Sebagian masyarakat masih
beranggapan bahwa wahyu adalah wujud kelimpahan rahmat dan pencerahan
Tuhan kepada seseorang. Sehingga orang yang mendapat wahyu atau kewahyon,
dapat dikatakan hidupnya berhasil secara lahir dan batin.

Dengan demikian wahyu dimaknai sebagai tanda perubahan seseorang mengarah
kepada kebaikan, kesuksesan, dan kemasyhuran yang berguna bagi
kesejahteraan banyak orang. Perubahan tersebut tidak terjadi dengan
sendirinya, tetapi merupakan hasil dari sebuah keprihatinan yang
dibarengi laku batin. Pada umumnya laku batin adalah bertapa, berpuasa,
berpantang, mengurangi tidur, pergi ke suatu tempat yang dianggap
sakral dan laku yang lain. Itu semua merupakan wujud kesungguhan dari
usaha manusia dalam mendapatkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan.

Namun tidak semua orang yang menjalani laku
batin tersebut kejatuhan wahyu. Mengingat bahwa wahyu adalah anugerah
dari Tuhan kepada manusia, maka tentu saja wahyu tidak dapat dikejar,
apalagi dipaksa untuk jatuh dan tinggal pada orang tertentu. Karena
jika yang terjadi demikian akan bertentangan dengan karakteristik
wahyu, yaitu sebuah tanda perubahan yang mengarah pada hal-hal
kebaikan.

Menurut kitab Widya Kirana,
secara fisik wahyu berwujud cahaya yang turun dari langit, besarnya
hampir sama dengan bulan. Cahaya wahyu terjadi dari campuran sinar
manik-manik emas dan salaka (logam putih), sehingga menimbulkan cahaya
putih kehijau-hijauan. Bagi masyarakat, terutama yang masih berpegang
pada tradisi turun-temurun, jatuhnya sebuah wahyu yang sesungguhnya
pada suatu tempat, merupakan tanda bahwa dari tempat tersebut nantinya
akan muncul seorang yang sukses besar, baik dalam bidang derajat
kepangkatan maupun kelimpahan harta benda, yang dapat dirasakan
masyarakat luas. Biasanya Wahyu turun pada jam-jam keramat, yaitu
berkisar pada pukul 03.00 dini hari.

Tiga Cahaya Magis

Selain Wahyu, ada empat macam cahaya yang jatuh dari langit,
masing-masing mempunyai nama dan karakteristik berbeda, yaitu:

Andaru;
berwujud sinar berwarna kuning kemilau yang pinggirnya kemerah-merahan,
terjadi dari campuran sinar manik-manik emas, tembaga, dan timah.
Seseorang yang kejatuhan Andaru, akan menjadi kaya, dengan
mendapatkan kelimpahan harta benda, yang dapat menyenangkan banyak
orang. Dengan demikian orang yang mendapatkan Andaru akan disujudi orang banyak. Andaru
berkarakter kebendaan, sehingga ia akan memilih seseorang yang
menjalani laku batin karena keprihatinannya akan kemiskinan hidupnya.

Pulung:
yaitu cahaya yang jatuh dari langit dengan warna biru kehijau-hijauan.
Cahaya tersebut terjadi dari sinar manik-manik emas dan tembaga.
Seseorang yang kejatuhan pulung hidupnya akan dipenuhi oleh belas kasihan kepada sesama, sehingga ia akan disegani dan dihormati banyak orang. Pulung
berkarakter cinta kasih, sehingga jatuhnya pulung akan memilih orang
yang menjalani upaya lahir batin atas keprihatinannya mengamalkan cinta
kasih kepada sesama, dalam mewujudkan keindahan, ketenteraman, dan
kedamaian dunia, Amemayu Hayuning Bawana.

Guntur:
cahaya berwarna ungu, pinggirnya berwarna merah muda, yang terjadi dari
campuran tiga sinar, yaitu tembaga, garam, dan belerang. Bagi orang
yang kejatuhan guntur, hidupnya akan menjadi besar karena kebengisan dan ketamakannya. Sepak terjangnya membuat banyak orang takut dan tercekam. Guntur
berkarakter angkaramurka, dan cocok bagi orang yang sedang menjalani
laku dengan tujuan menjadi orang besar dan mampu memerintah dan
menguasai orang banyak.

Teluhbraja:
wujudnya sinar yang jatuh dari langit dengan warna merah, pinggirnya
berwarna biru. Terjadi dari campuran tiga sinar, yaitu timah, tembaga,
dan belerang. Seseorang yang berwatak iri hati, licik, dan senang
mencelakai orang lain, jika mempunyai keingingan menjadi besar dengan
dibarengi laku batin, maka yang akan jatuh dan memberi tambahan daya
kekuatan dalam hidupnya adalah teluhbraja. Karena karakter teluhbraja
cocok dengan karakter orang tersebut, yaitu menimbulkan banyak orang
celaka dan susah

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar yang Anda suka

No comments